Tips Agar Anak Balita Doyan Makan

Mama Papa, apakah si batita makannya lama banget lantaran diemut? Apakah dia suka pilihpilih makanan atau hanya mau makan dengan satu jenis makanan tertentu? Apakah dia lancar banget makannya kalau sambil bermain atau nonton  lm favoritnya di teve/gadget? Itu hanya sebagian dari tanda-tanda sulit makan pada anak! Jangan khawatir, Mama tidak sendirian, kok. Banyak orangtua dengan anak batita memiliki masalah sama.

Kebanyakan keluhan adalah pilih-pilih makanan alias picky eater atau hanya mau mengonsumsi makanan tertentu yang disukai. Permasalahan lainnya adalah food jag, yakni anak hanya mau mengonsumsi satu jenis makanan tertentu. Misal, hanya menyukai makan nasi de-ngan nuget, tidak mau sayur atau lauk yang lain. Itulah mengapa, kebanyakan orangtua dengan anak batita sering kewalahan dalam menghadapi perilaku makan buah hatinya. Apa pun penyebab si batita sulit makan, satu hal yang penting kita sadari adalah: orangtua memiliki peran besar dalam membentuk pola makan anak di rentang usia batita. Pasalnya, anak usia 1—3 tahun merupakan konsumen pasif, jadi makanannya sangat bergantung pada apa yang disediakan oleh orangtua, dalam hal ini adalah Mama.

MAKANAN KELUARGA

Batita memiliki keterbatasan yang menyebabkan dirinya masih sangat bergantung pada orangtuanya. Utamanya, gigi susu si batita telah tumbuh tapi belum dapat digunakan untuk mengunyah makanan yang terlalu keras sehingga tidak banyak pilihan makanan yang dapat dikonsumsinya. Kendati demikian, disarankan si batita—tepatnya mulai usia setahun—sudah diberikan makanan keluarga dan diarahkan untuk mengikuti pola makan orang dewasa. Namun, Mama harus tetap mengontrol jenis makanannya, sebaiknya si batita tidak diberikan makanan yang terlalu pedas, asam, atau asin untuk menjaga kesehatan organ pencernaannya. Selain itu, menu makanan yang Mama berikan harus bervariasi. Selain agar zat-zat gizi yang masuk bervariasi, juga supaya si batita tidak bosan. Jika makanan yang diberikan itu-itu saja akan membuat anak cepat bosan dan sulit makan. Mama bisa memvariasikan menu dari telur ceplok yang dihias, sayur sup, perkedel, sayur kari, ayam goreng, dan seterusnya.

Menciptakan suasana makan yang menyenangkan juga akan membuat anak terhindar dari rasa bosan, ia akan tetap semangat mengonsumsi makananannya. Penting pula diperhatikan, anak batita sedang dalam tahap pertumbuhan yang sangat pesat. Ia butuh asupan gizi yang tinggi pada setiap kg berat badannya untuk mendukung keoptimalan pertumbuhannya. Jika asupan gizinya baik, pertumbuhan  siknya pun akan baik. Begitu pula dengan kecerdasan (otak), perkembangan kemampuan, dan kesehatannya. Sebaliknya, jika asupan gizinya kurang atau buruk, dikhawatirkan anak mengalami malnutrisi. Risikonya, pertumbuhan dan perkembangan  sik, juga kemampuan anak tidak optimal. Nah, terkait dengan pemberian makanan pada anak, ada 3 hal yang penting diperhatikan, yaitu Jumlah, Jadwal, dan Jenis (3J). Yang dimaksud ”Jumlah” adalah angka kecukupan gizi pada batita, ”Jadwal” adalah frekuensi makan per hari, sementara ”Jenis” mengacu pada keberagaman makanan yang dikonsumsi. Ketiganya saling terkait dan perlu diterapkan secara konsisten agar kecukupan gizi anak dapat terpenuhi, sehingga tumbuh kembangnya pun optimal. Seperti apa? Ayo Mam, kita simak bersama penjelasan dari ahlinya pada ”Topik Utama” nakita kali ini. Selain itu, Mama juga dapat mencontoh hidangan seminggu untuk si batita. Nah begitulah cara agar anak lebih lahap dalam makan. Simak Tips Seputar Parenting di situs generasimaju.comdi situ kamu bisa belajar mengenai bagaimana cara mendidik anak yang baik dan benar, sehingga dapat menjadi generasi maju untuk masa depan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *